Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda budayawan Ketua Umum yayasan budaya hanjuang Bodas Rd. Ace Sumanta warta Budayawan, Rd Ace Sumanta: "Pencak Silat dalam Pemajuan Kebudayaan"
budayawan Ketua Umum yayasan budaya hanjuang Bodas Rd. Ace Sumanta warta

Budayawan, Rd Ace Sumanta: "Pencak Silat dalam Pemajuan Kebudayaan"

Pasundan
Pasundan
20 Feb, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Bogor, Djava Pos - Dalam Undang-undang Pemajuan Kebudayaan nomor 5 tahun 2017 sudah digariskan ada 10 pemajuan kebudayaan yaitu: tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional. Tentu saja sangat terkait dengan kebudayaan dan peradaban. Begitu juga istilah pencak silat kerap kali dipakai dalam seni tradisi sejak tahun 1948. 

Berdasarkan sejarah dan peradabannya berkembang sejak abad Ke-7, terutama kerajaan-kerajaan yang ada di nusantara telah mengembangkan seni pencak silat sebagai seni bela diri. Nama "pencak" silat umumnya berkembang di tatar Jawa, baik Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Sriwijaya, dll. Sedangkan kata  "Silat" lebih berkembang di daerah Sumatra, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Karena kata "pencak" lebih kepada unsur seni dan keindahan dalam gerakan. Penampilan yang mencerminkan keindahan gerakan. 

Sementara kata "silat" berorientasi pada pertarungan dan taktik melumpuhkan lawan. Para petarung yang hebat-hebat dulu dipelihara oleh kerajaan-kerajaan. Petarung hebat itu sebagai perisai dan penjaga kerajaan dari serangan musuh.
Tetap dan terlindungi kini berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 2017. 
Gerakan yang indah mencerminkan seni (art) yang kuat dan bernilai pada kehalusan budi. Demikian dikatakan budayawan Rd. Ace Sumanta yang juga merupakan Ketua Umum yayasan budaya hanjuang Bodas kota Bogor. 

"Di Indonesia sangatlah dilestarikan karena dari tradisi lisan, dongeng, hikayat, pantun dan cerita rakyat lainnya. Kita perhatikan dari tradisi Minangkabau yang diciptakan oleh Datuk Suri Diraja, dari daerah Priangan berkembang sejak abad Ke-11 dan puncaknya di abad 13 dan 14 ketika Pajajaran sudah berdiri.  Begitu juga Jawara Banten abad ke 13-14 berkembang tradisi silat untuk kepentingan serangan musuh. Begitu juga Betawi dan Bekasi berkembang sejak abad 14-15. Dalam kerajaan Sunda sejak abad Ke-7 ternyata pesat majunya dan berada di kantong-kantong kampung jawara", kata Rd. Ace Sumanta. Senin, (20/2/23). 

Contoh Pencak Silat Cimande di daerah Pajajaran lainnya. Lanjutnya, Pencak Silat menjadi trendi dan kini telah dilestarikan oleh UNESCO. Di beberapa  daerah di nusantara, Pencak Silat masuk pada upacara adat, ritus bahkan penyambutan kehadiran pimpinan daerah. Begitu memiliki nilai magis dan pakem yang luar biasa sehingga punya daya tarik tersendiri. Kini telah berkolaborasi dan dipadukan agar tradisionalnya tidak hilang, namun nilai kekhasan suatu wilayah sebagai kearifan lokal tetap dipertahankan.

Seorang pengamat dan peneliti seni bela diri, Donald F. Draeger asal Amerika Serikat mengatakan antara seni bela diri dan senjata sebagai taktiknya tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, di Eropa seni bela diri yang kerap menggunakan senjata tidak bisa dilepaskan Tentu hal itu perlu memiliki keterampilan ilmu bela diri yang mumpuni. 

"Sangat berbeda dengan beberapa negara berumpun Melayu punya karakter tersendiri. Sebagaimana kita ambil contoh di Semenanjung Melayu dan Singapura lebih dikenal dengan aliran goyang dan cekak", katanya. 

Di Thailand dikenal dengan nama bersilat. Akhirnya banyak aliran yang agak mirip atau sejarah dan asal usulnya senyawa maka pada tanggal, 11 Maret 1980 dibentuk Perserikatan Pencak Silat Antarnegara atau Antarbangsa (Persilat). Tentu pemrakarsa itu adalah Eddie M. Nalapraya yang juga waktu itu Ketua IPSI. Banyak perwakilan negara yang hadir seperti dari Malaysia, Singapura, Brunei darussalam dan Indonesia sendiri. 

Organisasi pencak silat harus memiliki perhatian tersendiri agar pengakuan dunia UNESCO jauh lebih maksimal. Para santri di berbagai pondok pesantren, sekolah dan perguruan tinggi telah mengembangkan jenis pencak silat yang ada di Indonesia. 

"Semuanya tinggal penguatan organisasi, anggaran dan apresiasi untuk kemajuannya. Apresiasi yang dibarengi dengan banyak festival dan perlombaan yang berdampak pada pemajuan seni tradisi", pungkasnya. (Adj) 

Rd. Ace Sumanta adalah Sastrawan dan budayawan yang tinggal di Bogor. Selain penulis juga, Ketua Umum Yayasan Budaya Hanjuang Bodas dan Ketua Yayasan-Sanggar Satyacitra Indonesia.

Via budayawan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

Pasundan- September 07, 2026 0
10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes
Sukabumi, Pasundan - Kepala Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Rina Nuraeni, S.ST., M.Kes turun langsung menyerahkan bantuan Alat P…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us