Potret Anak Negeri
Djava Pos - Di sebuah persinggahan Ku duduk sejenak
Hanya untuk meredam lelah yang membuat ototku kaku
Entah angin apa yang mengalihkan ke dua bola mata ini
Ke arah yang tidak jauh dariku
Seorang bocah berpakaian kusut
Menelusuri lorong waktu hanya demi sesuap nasi
Menggantungkan sebungkus harapan di sudut kota
Uluran tangan para dermawan adalah impian sederhananya
Walau harus berteman dengan debu jalanan
Tapi, dia hanya salah satu dari jutaan bocah kecil
Yang tak dapat menikmati waktu
Ia hanya bisa tersenyum menatap dinding langit yang mulai menghitam
Namun dia akan berhenti sejenak untuk melepas lelah di pintu malam.
Ditempat lain kita disibukan dengan euforia demokrasi yang melelahkan hati & pikiran.
Euforia Demokrasi membuat kita lupa sibocah lusuh, bagian dari potret negri.
Ambisi Politik mungkinkah sudah menutup pintu nurani kita....?!
Lupa pada teman...
Lupa pada lingkungan
Lupa pada diri sendiri
Lupa pada fitrahnya.....?
Euforia Demokrasi, mungkin sudah Mengalahkan nilai-nilai Persahabatan...?
Tuhan, jangan jadikan Negeri ini mengulang kembali sejarah: Ken Arok, Ken Dedes, Tunggul Ametung..
Potret Anak Negri, semoga cepat berlalu.-
Pejalan sunyi
ki alit Pranakarya

Posting Komentar