Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda fitrah manusia GMRI Kardinal Ignatius Suharyo makhluk Tuhan pesan Kardinal warta Pesan Kardinal Kepada GMRI Mengembalikan Fitrah Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
fitrah manusia GMRI Kardinal Ignatius Suharyo makhluk Tuhan pesan Kardinal warta

Pesan Kardinal Kepada GMRI Mengembalikan Fitrah Manusia Sebagai Makhluk Tuhan

Pasundan
Pasundan
01 Okt, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Jakarta, Djava Pos - Kardinal Ignatius Suharyo sangat mendukung dan sepakat dengan program yang dilakukan Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia yang dimotori oleh Eko Sriyanto Galgendu, guna membangun kebangkitan kesadaran spiritual bangsa Indonesia untuk membangun peradaban baru kejayaan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang.

Pernyataan dukungan dan kesepakatan seratus persen dengan program GMRI itu dituangkan oleh Kardinal dalam bentuk tulisan tangan lengkap di atas selembar kertas dengan logo Kardinal berbentuk gunungan khas Jawa.

Mas Eko, saya kagum akan kesungguhan dan totalitas panjenengan merawat dan mengembangkan Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia. Semoga buah-buahnya semakin dirasakan oleh seluruh bangsa di dunia. Demikian surat khusus itu yang ditulis tangan langsung oleh Kardinal Ignatius Suharyo, tertanggal 29 September 2021, saat GMRI berkunjung ke Keuskupan Agung Jakarta di Jalan Katedral Jakarta Pusat.

Pertemuan antara Ketua Umum GMRI dengan Kardinal Ignatius Suharyo berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 12.30 membicarakan tentang banyak hal, termasuk program super prioritas Presiden mengenai wisata budaya religius untuk Candi Brobudur dengan mendatangkan Bhiku dari seluruh dunia, sehingga Brobudur menjadi  salah satu pusat peradaban dunia.

Menurut Kardinal, mengutip pendapat para peneliti klas dunia, bangsa Indonesia cukup memiliki modal sosial sebagai negara dalam urutan pertama dari 146 negara yang memiliki sikap suka memberi atau menolong, dan nomor enam dari 167 negara di dunia yang memiliki modal sosial terbesar di dunia.

Karenanya, lanjut Kardinal, kita harus merawat sikap dan sifat gotong royong yang telah menjadi tradisi maupun budaya suku bangsa kita, karena persatuan bangsa-bangsa di dunia pun dapat dipersatukan melalui perekat nilai-nilai spiritual.

"Konsep tentang Sang Khalik, makhluk dan akhlak yang telah digradasi oleh ketamakan manusia sebagai makhluk yang membajak peran Tuhan, yaitu Sang Khalik, dalam bersikap dan bertindak, harus dapat dikembalikan pada fitrahnya semula," jelas Kardinal. 

Ditegaskannya, penyembahan terhadap berbagai bentuk berhala juga sangat di tentang oleh Khatolik seperti yang dilakukan oleh banyak orang sekarang. Meski bentuk berhalanya sekarang berupa uang atau harta benda serta kekuasaan.

"Pemberhalaan terhadap harra benda dan kekyasaan itu, merupajan bentuk dari kerakusan dan ketamakan manusia yang tidak berakhlak. Sehingga manusia Indonesia sebagai makhluk ciptaan Tuhan ingin juga berperan sebagai Tuhan," tandas Kardinal.

Persahabatan Eko Sriyanto Gangendu dengan Kardinal Ignatius Suharyo sudah terjalin sejak 20  tahun silam, saat Kardinal masih menjadi Uskup Agung di Semarang. Eko Sriyanto Galgendu ketika itu pun sedang menjabat Ketua Lintas Agama-agama di Solo. Sehingga kerap menyelenggarakan diskusi maupun seminar kebudayaan atas nama Kraton Surakarta. Dan bersama Gus Dur yang sebagai Sentono Dalem acap bertandang ke  Uskup Agung Semarang yang saat itu dijabat oleh Romo Suharyo.

Pernyataan sikap dukungan terhadap Eko Sriyanto Galgendu agar berani berada di garis terdepan telah diberikan oleh Kardinal sejak perkenalan mereka pada 20 tahun silam. Kali ini diulang kembali secara lebih tegas dalam bentuk tertulis berupa surat tulisan tangan lengkap berlogo Katedral tempat kediaman Kardinal Ignatius Suharyo tempati sekarang.

Cita-cita ummat Khatolik Indonesia, papar Kardinal Ignatius Suharyo sungguh sangat mendukung sepenuh hati cita-cita NKRI, sehingga hampir disemua lini ada tokoh Khatolik yang tampil sebagai pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Diantara para tokoh itu seperti Suryopranoto (dalam bidang agama dan pendidikan), Kasimo, Adi Sucipto (Angkatan Udara), Yos Sudarso (Angkaran Laut) KS. Tubun (Kepolisian), jadi cukup lengkap dalam upaya ikut merawat tanah air Indonesia.

Seperti Christiani itu, Khatolik pun ingin melakukan pembebasan dari penindasan. Jadi sikap spiritual bangsa Indonesia jelas dalam  perjuangan yang dilakukan untuk bangsa dan negara Indonesia ingin membangun peradaban manusia di masa  depan yang kebih baik.

"Pada intinya, Kardinal mendukung 100 persen perjuangan  GMRI, karenanya, dia memaparkan tugas GMRI yang terberat adalah mengembalikan fitrah manusia Indonesia sebagai makhluk Tuhan. Karena manusia bukan Tuhan, tapi sekedar makhluk ciptaan-Nya belaka. Maka itu agama jangan sampai kehilangan  nilai-nilai spiritualitasnya," kata Kardinal Ignatius Suharyo berpesan kepada GMRI.

Segenap pesan Kardinal itu bisa dipahami oleh Eko Sriyanto Galgendu yang acap  mengungkapkan dalam istilah "Orang Jawa kehilangan Jawanya". Artinya, adalah sikap dan sifat keagungan dan kearifan serta sifat rendah hati dan sangat penuh tenggang rasa.**

Jakarta, 30 September 2021

Via fitrah manusia
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

Pasundan- September 07, 2026 0
10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes
Sukabumi, Pasundan - Kepala Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Rina Nuraeni, S.ST., M.Kes turun langsung menyerahkan bantuan Alat P…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us