Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda akses bacaan budaya literasi era digital pegiat literasi Syarifudin Yunus taman bacaan masyarakat TBM lentera pustaka warta 7 dari 10 Anak Tidak Membaca Buku, Bukti Pentingnya Akses Bacaan di Era Digital
akses bacaan budaya literasi era digital pegiat literasi Syarifudin Yunus taman bacaan masyarakat TBM lentera pustaka warta

7 dari 10 Anak Tidak Membaca Buku, Bukti Pentingnya Akses Bacaan di Era Digital

Pasundan
Pasundan
06 Agu, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Bogor, Djava Pos - Gawai dan gemerlap era digital, sungguh kian menjauhkan anak-anak dari buku bacaan. Apalagi di masa pandemi Covid-19. Selain urusan sekolah, sibuknya anak-anak usia sekolah “tersangkut” di perangkat gawai atau teknologi. Ini bukan soal baik atau buruk. Tapi soal keseimbangan, antara membaca buku dan ber-perangkat gawai. 

Seperti anak-anak usia sekolah di kaki Gunung Salak Bogor. Saat ditanya, apakah pernah membaca sebelum ada taman bacaan? Survei membuktikan, 74% anak menjawab tidak pernah membaca buku, 20% ragu-ragu, dan 6% sudah terbiasa membaca buku. Itulah simpulan survei internal TBM Lentera Pustaka Bogor tentang perilaku membaca buku anak usia sekolah di masa Covid-19 pada Agustus 2020 lalu. 

Survei ini pun menjadi bukti pentingnya keberadaan dan peran taman bacaan masyarakat. Khususnya dalam menyediakan akses bacaa kepada anak-anak usia sekolah, apalagi di masa pandemi Covid-19. Demi tegaknya tradisi baca dan membiasakan anak-anak lebih dekat dengan buku buku. Taman bacaan, di manapun, terbukti mampu menjadi sarana yang mendekatkan akses bacaan ke anak-anak. Di saat yang sama, minat membaca pun dapat dibentuk. Kini soalnya, siapa yang peduli terhadap taman bacaan dan mau menghidupkannya?

Jangankan anak-anak di kota-kota besar. Ikhtiar menghidupkan tradisi baca di anak-anak kampung di tengah gempuran era digital memang tidak mudah. Maka hari ini, pemandangan anak-anak sedang membaca buku pun kian langka. Semoga saja tradisi baca anak tidak punah. 
 
“Sebagai taman bacaan, TBM Lentera Pustaka melakukan survei ini sebagai evaluasi. Dan terbukti eksistensi TBM mampu menyediakan akses bacaan anak-anak. Sebelum ada taman bacaan, 7 dari 10 anak ternyata tidak pernak membaca buku. Apalagi di masa pandemic Covid-19. Inilah peran penting taman bacana yang patut jadi perhatian banyak pihak” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka yang juga kandidat doktor taman bacaan dari Pascasarjana Unpak Bogor.


 
Harus disadari, taman bacaan adalah sarana publik yang dapat menunjang aktivitas belajar dan sekolah anak-anak. Seusai jam belajar di sekolah, ana-anak dapat memanfaatkan waktu dan melakukan aktivitas tambahan di taman bacaan, Selain untuk menambah pengetahuan, taman bacaan pun dapat menjadi “alat peyeimbang” aktivitas gawai anak-anak. Agar tidak terlindas oleh peradaban zaman yang tidak produktif.

Alhasil setahun setelah survei, kini TBM Lentera Pustaka telah menjadi tempat membaca buku 168 anak-anak usia sekolah dari sebelumnya hanya 60 anak. Anak-anak yang membaca buku seminggu 3 kali dan berasal dari 3 desa, yaitu Sukaluyu, tamansari, dan Sukajay Kec. Tamansari Bogor. Dengan koleksi lebih dari 6.000 buku, setiap anak mampu membaca 5-8 buku per minggu. Berbekal model TBM Edutainment, TBM Lentera Pustaka pun menjadikan kegiatan membaca lebih menyenangkan melalui aktivitas bernnyanyi literasi, senam literasi, doa literasi, dan salam literasi sebelum membaca. Setiap hari Minggu pun digelar laboratorium baca, selalu ada event bulanan dan jajanan kampung gratis setiap bulan. Taman bacaan telah menjadi “tempat nongkrong” anak-anak usia sekolah untuk mewujudkan giat membaca.

Selain taman bacaan, TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak pun menjalankan program seperti 1) Gerakan BERantas BUta aksaRA (Geberbura) dengan 9 warga belajar, 2) Kelas PRAsekolah (Kepra) dengan 20 anak, 3) YAtim BInaan (Yabi) dengan 16 anak yatim, 4) JOMpo BInaan (Jombi) dengan 8 lansia, 5) Koperasi Lentera dengan 17 anggota, 6) geraan RAjin menaBUng (RABU), 7) DONasi BUKu, dan 8) LITerasi DIGital. Bahkan kini, ada 3 anak difabel yang aktif datang untuk bersosialisasi dan belajar di TBM Lentera Pustaka sebagai wujud taman bacaan ramah anak-anak disabilitas yang inklusif.

Apa arti survei taman bacaan ini?
Tentu untuk mengingatkan semua pihak. Akan pentingnya menyediakan akses bacaan anak-anak usia sekolah, apalagi di masa pandemi Covid-19. Agar anak-anak pun tidak hanya gemar bermain, menonton TV atau asyik dengan ponsel. Tapi dapat diimbangi dengan membaca buku di taman bacaan. Hingga mampu mengubak cara berpikir yang lebih produktif dan kontributif. Salam literasi. (Red/rls)

Via akses bacaan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us