Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda daerah majelis adat Sumedanglarang pemkab sumedang proyek geothermal Tampomas Tuntut transparansi Geothermal Tampomas, Majelis Adat Sumedanglarang walkout dari pertemuan dengan Sekda
daerah majelis adat Sumedanglarang pemkab sumedang proyek geothermal Tampomas

Tuntut transparansi Geothermal Tampomas, Majelis Adat Sumedanglarang walkout dari pertemuan dengan Sekda

Pasundan
Pasundan
29 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Sumedang, Pasundan – Majelis Adat Sumedanglarang (MASL) bersama Yayasan Pangeran Sumedang dan Rukun Wargi Sumedang serta delegasi 16 organisasi lainnya mengambil langkah tegas dengan melakukan aksi keluar dari ruangan atau walkout saat menghadiri undangan audiensi di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Rabu (29/7) sore. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras dan keberatan atas ketidakhadiran Bupati Sumedang secara langsung untuk menemui pemangku adat dan masyarakat adat.

Audiensi yang dijadwalkan pukul 15.30 WIB tersebut sedianya membahas penyelarasan kebijakan proyek industri panas bumi atau geothermal di Gunung Tampomas, perlindungan cagar budaya, ancaman kawasan resapan air, serta transparansi 13 dokumen proyek yang selama ini dinilai ditutup-tutupi oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Ketua Umum Majelis Adat Sumedanglarang, Susane Febriyati Suryakartalegawa, S.H., menyatakan bahwa urusan hajat hidup rakyat banyak, kelestarian alam Tampomas, dan marwah leluhur adalah urusan kebijakan strategis daerah. Oleh karena itu, keputusan hukum mutlak hanya berada di tangan Bupati selaku kepala daerah, bukan di tingkat administrasi Sekretaris Daerah.

“Kami hadir hari ini dengan iktikad baik pemenuhan hukum. Namun, surat permohonan kami ditujukan khusus kepada Bupati selaku pemegang mandat eksekutif tertinggi. Sekda tidak memiliki kewenangan diskresi untuk membatalkan atau menunda kebijakan lelang investasi geothermal.  

Menghadapi Sekda hanya akan menjebak kami dalam ruang basa-basi birokrasi yang mengulur waktu,” tegas Susane Febriyati Suryakartalegawa, S.H. di depan Gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang seusai aksi walkout.

Sebelum meninggalkan ruangan rapat, delegasi MASL menyerahkan secara formal dokumen "Nota Keberatan Resmi" kepada Sekda Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, S.Sos., M.Si., yang memimpin forum. MASL juga mendesak agar sikap penolakan melanjutkan pembahasan ini dicatat secara otentik dalam Berita Acara Rapat Pemkab Sumedang.

Langkah walkout ini dinilai MASL semakin memperkuat bukti bahwa Bupati Sumedang terus melakukan penundaan berlarut atau undue delay dan mengabaikan aspirasi rakyat. Sikap abai ini menjadi amunisi tambahan yang sangat kuat bagi MASL dalam mengawal laporan dugaan maladministrasi Pemkab Sumedang yang saat ini tengah diperiksa secara substantif oleh Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat dengan Nomor Laporan 0167/LM/VII/2026/BDG.

Majelis Adat Sumedanglarang menegaskan tidak akan membuka ruang negosiasi materi substansi apa pun sampai Bupati Sumedang duduk langsung menghadapi masyarakat adat dan membuka seluruh dokumen proyek Geothermal Tampomas secara transparan demi keselamatan lingkungan dan situs leluhur Sumedanglarang.


Susane Febriyati Suryakartalegawa, S.H.

Ketua Majelis Adat Sumedanglarang

Via daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us