Kecewa Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Ponorogo Swadaya Tambal Jalan Wringinanom-Gajah
Ponorogo, Pasundan – Kekecewaan terhadap lambannya penanganan infrastruktur jalan kabupaten di Ponorogo diwujudkan warga dengan aksi nyata. Puluhan relawan di Desa Gajah, Kecamatan Sambit, secara swadaya melakukan penambalan jalan rusak di ruas Wringinanom–Gajah yang bertahun-tahun minim perhatian pemerintah daerah.
Aksi gotong royong tersebut telah berlangsung selama enam pekan, dilakukan rutin setiap hari Sabtu dan Minggu. Dengan peralatan seadanya, para relawan menutup lubang-lubang jalan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas warga.
Ruas jalan Wringinanom–Gajah sendiri memiliki panjang sekitar 6 kilometer. Dari total panjang tersebut, baru sekitar 3 kilometer yang pernah dibangun pada tahun 2019. Sisanya, hingga kini masih dalam kondisi rusak dan belum mendapat penanganan memadai.
Menurut warga, Pemerintah Desa Gajah telah berkali-kali mengusulkan pembangunan lanjutan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Namun usulan tersebut tak kunjung terealisasi.
"Usulan sudah sering kami sampaikan, tapi sampai sekarang hanya janji. Sementara jalan ini urat nadi warga," ujar salah seorang relawan yang enggan disebutkan namanya.
Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat. Selain menjadi jalur utama perekonomian, ruas itu juga menjadi akses pendidikan, pertanian, perdagangan, hingga mobilitas harian warga Desa Gajah dan sekitarnya.
"Kami tidak ingin hanya menunggu. Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat. Kalau terus dibiarkan rusak, risikonya bukan hanya menghambat ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan," tegasnya.
Para relawan berharap aksi swadaya yang telah berjalan enam pekan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Mereka meminta agar sisa ruas jalan yang belum tersentuh segera dimasukkan dalam program pembangunan prioritas.
Bagi warga, gotong royong yang mereka lakukan bukanlah untuk menggantikan kewajiban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur layak. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus seruan agar pemerintah segera hadir memberikan solusi nyata. (Mn)

Posting Komentar