Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda Eling Sangkan Paraning Dumadi ngaprak petuah Petuah Orang tua Dahulu: "Eling Sangkan Paraning Dumadi"
Eling Sangkan Paraning Dumadi ngaprak petuah

Petuah Orang tua Dahulu: "Eling Sangkan Paraning Dumadi"

Pasundan
Pasundan
14 Okt, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



Djava Pos - Ungkapan eling sungkan paraning dumadi (ingat asal dan tujuan hidup) sangat populer dalam kehidupan masyarakat jawa, khususnya dalam pergaulan orang-orang tua. Akan tetapi, derasnya arus modernisasi bisa jadi menyebabkan generasi muda tidak lagi memahami ungkapan yang sangat dalam maknanya tersebut.

Ungkapan jawa ini mengandung nasihat agar seseorang selalu waspada, hati-hati, serta eling (ingat) terhadap sangkan (asal)  manusia dan paran (tujuan akhir) dari perjalanan manusia. Jika setiap orang telah menetapkan dirinya untuk selalu bersikap eling (ingat) dan waspada (waspada) terhadap perjalanan hidupnya, maka ia nantinya mampu meredam emosi dan nafsu-nafsu amarah di dalam dirinya, serta berupaya untuk selalu bertindak dalam koridor perilaku yang bersifat mutmainah. Ini karena ia memiliki tujuan akhir yang jelas, yakni ingin sowan ngarsaning gusti ( menghadap kehadirat Tuhan) dengan cara yang baik.

Eling sangkan paraning dumadi bermakna “ingat akan asal dan tujuan hidup”. Nasihat eling sangkan paraning dumadi memiliki makna ajaran bahwa seseorang hendaknya selalu ingat pada asal mula dan akhir dari perjalanan hidupnya. Berbagai filsafah hidup dalam budaya jawa –yakni yang mendasarkan pada keyakinan urip ana sing nguripake (hidup ada yang menghidupkan), urip  mung mampir ngombe (hidup hanya ibarat numpang minum) yang bermakna hidup di dunia hanya sementara, dan sebagainya- menunjukan betapa kuat keyakinan orang jawa terhadap kekuasaan Tuhan dan adanya kehidupan lain setelah di dunia, yakni kehidupan akhirat. Akhir dari kehidupan itu sendiri adalah bertemunya manusia dengan Tuhan yang maha kuasa. Oleh karena itu, orang jawa menyadari dan mengakui bahwa manusia berasal dari Tuhan dan kelak tujuan akhir dari hidupnya adalah kembali ke hadapan Tuhan. 

Jika pemahaman itu melekat pada diri seseorang, maka ia akan berusaha menyiapkan diri sebaik mungkin untuk bertemu Tuhan, seraya berharap kembalinya dirinya ke hadirat Tuhan dapat “diterima” dan memperoleh kebahagiaan di akhirat. (*) 

Via Eling Sangkan Paraning Dumadi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us