Haflah Takhorruj Thulaab
Mabda IsIam
perpisahan sekolah
pesantren yatim
Ponpes Mabda IsIam
sandi Nopiandi
warta
Haflah Takhorruj Thulaab Santri Ponpes Mabda IsIam, Khidmat dan Penuh Kesan
Sukabumi, Djava Pos - Puluhan santri dan santriwati Pondok pesantren Mabda IsIam mengikuti perpisahan dan kenaikan tingkat "haflah takhorruj thulaab" Dari jenjang pendidikan kelompok bermain Mabda islam, sekolah tunas da'i, dan sekolah dakwah dan kemandirian (taman kanak-kanak, sekolah Dasar, sekolah menengah pertama) tahun ajaran 2022/2023.
Acara tersebut dipusatkan di aula biru Agroedupark Pondok pesantren Mabda IsIam, kampung pasir gede, desa Nyalindung, kecamatan Nyalindung, kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Rabu, (21/6/23) pagi dari pukul 08.00-11.30 wib, berlangsung khidmat dan penuh kesan, dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Mabda IsIam, mudir ponpes, wali santri, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, ketua yayasan cinta dakwah ustadz Abi Sandi Nopiandi mengatakan belajar itu tidak hanya sekedar mendapatkan ijazah sekolah, ijazah Pondok, kemudian kita berhenti belajar. Dan ini yang harus kita sampaikan kepada anak-anak kita.
"Pada kesempatan pagi menjelang siang hari ini kita bisa berkumpul untuk melihat dan menyaksikan perjuangan anak-anak kita semua yang sudah belajar di Pondok pesantren Mabda IsIam", kata Abi Sandi.
Ilmu yang didapatkan di Pondok. Lanjutnya, itu sejatinya tidak akan pernah cukup untuk kita bisa hidup ditengah-tengah masyarakat, sehingga penting kita ini harus mendapatkan petunjuk dan bimbingan.
"Ketika seseorang berada dalam bimbingan dan pendidikan, maka dia bisa mengerjakan apa pun yang awalnya dia tidak mengetahui apa-apa", ujar ketua yayasan cinta dakwah yang selama ini menaungi Pondok pesantren Mabda IsIam.
Sementara itu, "mudir" Ponpes Mabda IsIam, ustadz Irman Zainal Abidin berpesan kepada para santrinya untuk memiliki adab yang mulia. Hari ini dikelas 6 ada yang melanjutkan tetap di pondok, dengan naik tingkat ke Sekolah Dakwah Kemandirian (SDK), dan ada juga yang memilih untuk sekolah diluar. Kalau yang PAUD yatim bisa lanjut langsung di STD, kalau yang non yatim bisa dimulai.
Dalam kesempatan itu ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya kejadian seorang anak yang berani melawan terhadap orangtuanya bahkan memukul. Saya ingin menyimpan pesan walaupun tidak lama anak kita disini, mari kita sama-sama sebagai orang tua menegaskan ada hal yang lebih penting daripada menjadi orang pintar.
"Saya sangat miris ibu-ibu bapak-bapak hari ini banyak sekali berita yang sangat menyeramkan, anak berani memukul orang tua, anak berani membunuh orang tua", ungkapnya.
Pentas seni ikut mewarnai jalannya acara, pantauan Djava Pos saat berada di lokasi turut ditampilkan beberapa buah lagu religi oleh para santri Mabda IsIam. Sebagai penutup, pembina yayasan cinta dakwah KH. Ahmad Hidayat membacakan do'a, pesan untuk santri, dan tausyiah. (La)


Posting Komentar