Sejarah dan Kebudayaan, dalam Perspektif Kearifan Lokal Jawa Barat
Oleh: Rd. Ace Sumanta
Djava Pos - Sejarah secara motfologis mengandung arti: asal usul (keturunan) atau kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Sedangkan Sejarahwan adalah ahli sejarah atau penulis sejarah. Begitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 2008: 1241-1242).
Sedangkan Budaya adalah pikiran, akal budi, adat istiadat, juga penyelidikan bahasa. (KBBI: 2008: 214).
Menutut Prof. Koentjaraningrat kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yakni buddhayah asal dari kata buddhi yang mengandung arti budi atau akal, sehingga kebudayaan dapat berarti "hal-hal yang berkaitan dengan akal" (1986:181).
Kita kemukakan dua karakter yang berbeda dan dua makna yang berbeda juga walau akan ketemu dari sisi peradaban manusia antara sejarah dan kebudayaan. Pada umumnya adalah dua lintasan waktu yang pasti dilalui oleh manusia dan seisi alam semesta ini. Maka dari itu, seyogyanya dengan menggunakan akal budi dan waktu berjalan dari masa ke masa harus didayagunakan agar tercipta suatu harmonisasi bagi kelangsungan hidup manusia dari zaman ke zaman.
Dengan mengutip dari Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang "Pemajuan Kebudayaan" ada 10 objek pemajuan kebudayaan yaitu:
a. Tradisi lisan;
b. Manuskrip;
c. Adat istiadat;
d. Ritus;
e. Pengetahuan tradisional;
f. Teknologi tradisional;
g. Seni;
h. Bahasa;
i. Permainan rakyat, dan
j. Olah raga tradisional.
Sudah lazim kita temukan di sekitar kita atau masyarakat Indonesia yang harus dikembangkan, diapresiasi dan dihargai nilainya. Tentu saja objek pemajuan kebudayaan itu akan sangat berkaitan dengan rasa, cipta, karsa dan hasil karya manusia.
Kearifan Lokal Jawa Barat
Berdasarkan kebudayaan dan kesejarahan Jawa Barat sangat potensi akan kazanah tersebut. Kita bisa merasakan dan menikmati terhadap beragamnya seni budaya, alat musik maupun hasil kriya manusia dan cipta karsa keunggulan masyarakat Jawa Barat. Kita ambil contoh dari keragaman seni seperti adanya tarian klasik maupun jaipongan yang sering kita lihat. Lantunan suara, nyanyian dan kawihan setiap daerah akan berbeda. Tetangga kita di Cianjur punya seni Cianjuran, di Cibatok Cibungbulang Kabupaten Bogor punya seni Cibatokan. Di Cirebon ada seni topeng, di Bandung ada angklung di Depok ada Goong Bolong, di Kota Bogor ada kerajinan batik tradisi maupun jenis batik-batik lainnya. Khususnya sekarang sangat kaya dan dinamis untuk menciptakan pakaian batik khas daerah masing-masing di Jawa Barat.
Disamping utu, Jawa Barat juga gudangnya seni pedalangan (pewayangan) walau di daerah luar Jawa Barat juga tumbuh dengan subur seni wayang. Tentu pemerintah wajib melestarikannya, maka dibuatlah peraturan Walikota/Bupati, Peraturan Gubernur hingga lebih luas dinamikanya dengan membuat Undang-undang. Begitu masyarakat selain mentaati aturan juga harus bisa mengembangkan dan melestarikannya.
Seni budaya dan sejarah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia karena sangat melekat ruh dan spiritnya.
Oleh karena itu amat bermanfaat dan bisa menjadi modal tatanan kehidupan yang berkelanjutan. Hidup tidak bisa sendiri-sendiri melainkan harus saling berinteraksi. Sama halnya kita memperlakukan kepada alam harus mencintainya dan dapat melestarikannya. Semua bahan baku untuk kiprah berkelanjutan seni, budaya dan tatanan sejarah ada di alam semesta.
Ace Sumanta, adalah budayawan dan sastrawan Bogor. Ketua Yayasan Budaya Hanjuang Bodas, Ketua Sanggar Yayasan Satyacitra Indonesia dan pemilik Rumah baca

Posting Komentar