Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda sasakala satu Suro tradisi budaya upacara mawas diri Malam Satu Suro, Tradisi yang Dimaknai sebagai Mawas Diri
sasakala satu Suro tradisi budaya upacara mawas diri

Malam Satu Suro, Tradisi yang Dimaknai sebagai Mawas Diri

Pasundan
Pasundan
29 Jul, 2022 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 




Djava Pos  - Satu Suro adalah hari pertama di kalender Jawa di bulan, Sura atau Suro dirayakan setelah Magrib. Ini merupakan penanggalan Jawa yang dihitung berdasarkan penggabungan kalender Islam, Masehi, dan Hindu. Seperti sistem perhitungan mingguan atau 7 harian, pasaran yakni 5 harian, dan siklus windu - sewindu adalah 8 tahun.

Nah, pada urutan tahun Jawa ke-8 atau jim awal, jatuhnya di tanggal 1 Suro dan biasanya satu hari lebih lambat dengan 1 Muharam dalam kalender Islam. Malam 1 Suro biasanya diperingati di malam hari setelah Magrib pada hari sebelum tanggal satu.

Hal tersebut dilakukan karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam, bukan pada tengah malam.
Perayaan Malam 1 Suro, Karena malam 1 Suro sangat lekat dengan budaya Jawa jadi biasanya terdapat ritual tradisi iring-iringan rombongan masyarakat atau kirab.

Beberapa daerah di Jawa biasanya melangsungkan perayaan malam 1 Suro, seperti di Solo, jogja dan yang lainnya. Di Solo, terdapat hewan khas yang disebut kebo (kerbau) bule yang menjadi salah satu daya tarik warga untuk menyaksikan perayaan malam 1 Suro.

Konon kerbau ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Bahkan ada kebo bule keturunan Kyai Slamet yang dianggap pusaka penting milik keraton.
Nah, di Yogyakarta, perayaan malam 1 Suro biasanya identik dengan membawa keris dan benda pusaka sebagai bagian dari iring-iringan kirab.

Abdi dalem keraton, hasil kekayaan alam berupa gunungan tumpeng, serta benda pusaka menjadi sajian khas dalam kirab malam 1 Suro ini. Selain dirayakan secara besar-besaran, malam 1 Suro juga menitikberatkan pada ketentraman batin dan keselamatan.

Oleh karena itu, pada malam 1 Suro biasanya diselingi ritual pembacaan doa dari semua umat yang merayakannya.
Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan berkah dan menangkal datangnya marabahaya.

Tradisi Malam 1 Suro, Tradisi saat malam 1 Suro bermacam-macam, tergantung daerahnya. Di beberapa daerah ada yang melakukan Tapa Bisu atau mengunci mulut tanpa mengeluarkan kata-kata selama ritual malam 1 Suro.

Tradisi tersebut dimaknai sebagai upacara mawas diri, berkaca pada diri atas apa yang dilakukan selama setahun penuh, dan sebagai simbol untuk siap menghadapi tahun baru. Nah, itu dia sejarah peringatan malam 1 Suro yang masih dilestarikan hingga saat ini. (*) 

Via sasakala
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us