Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda jelajah kebangsaan PWI pusat tim jkw-pwi warta Perjalanan Tim JKW-PWI, Berkunjung ke Pulau Terluar Indonesia yang Penuh Misteri
jelajah kebangsaan PWI pusat tim jkw-pwi warta

Perjalanan Tim JKW-PWI, Berkunjung ke Pulau Terluar Indonesia yang Penuh Misteri

Pasundan
Pasundan
11 Mar, 2022 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



NTT, Djava Pos - Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (JKW) yang terdiri dari Indrawan Ibonk, Sonny Wibisono, Aji Tunang Pratama dan Yanni Krishnayanni menyempatkan diri berkunjung ke Pulau Ndana (Dana), Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pulau yang terletak di sebelah selatan Pulau Rote itu merupakan pulau tak berpenghuni. Pulau itu juga merupakan penanda batas terluar bagian selatan Indonesia dengan Australia.

Pulau ini pernah menjadi diperebutkan Australia. Lantaran itu, sejak 2006   ditempatkan puluhan personel TNI untuk menjaganya yang berganti setiap 9 bulan sekali. 

Warga Australia karena paling dekat, sering datang diam-diam. Beberapa kali mereka harus pulang setibanya di pulau itu, karena tak mengantongi izin.

"Sebetulnya tidak masalah siapapun datang ke pulau Ndana, tapi izin dulu di Pos Marinir, akan kami atur dengan perahu nelayan agar bisa ke sana. Khusus orang bule, saya yang akan antar sendiri, itu tanggung jawab saya," ujar Komandan Pos Oeseli Rote, Sertu Irvan Ardiyanto. 

Hal itu, kata Irvan, dilakukan agar petugas mengetahui maksud kedatangan dan tujuan ke Pulau Pulau Ndana. 

"Kalau mereka datang diam-diam, ya terpaksa kami suruh pulang," tegasnya. 


Irvan bercerita, Pulau Ndana memang masih penuh misteri. Ketika di pulau itu, pengunjung harus menjaga ucapan dan dilarang bicara kotor. 

"Karena sudah pernah kejadian ada yang melanggar, tiba-tiba hilang. 2 hari kemudian ditemukan jenazahnya," kisah Irvan.

Menurut cerita masyarakat, kata Irvan, di pulau tersebut dulu terdapat kerajaan dan pernah terjadi pembantaian besar yang dilakukan satu orang atas dasar balas dendam karena ayahnya dibunuh di Pulau Ndana. 

Peristiwa itu, disebut terjadi di pinggir danau ini. Lantaran itu pula, danau ini diberi nama Danau Merah dan airnya juga warna kemerahan. 

Bagi pengunjung dari Pos Oeseli Rote yang ingin ke Pulau Ndana, para nelayan setempat menyediakan perahu untuk disewa yang bisa diisi 8-10 orang dengan lama perjalanan sekitar 45 menit. 

"Perbatasan antar negara ini harus jelas dan ketat. Kami juga harus berhati-hati dalam mengemban tugas negara ini," tandas Irvan. (PR/red) 

Via jelajah kebangsaan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

Pasundan- September 07, 2026 0
10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes
Sukabumi, Pasundan - Kepala Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Rina Nuraeni, S.ST., M.Kes turun langsung menyerahkan bantuan Alat P…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Agustus 17, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Agustus 17, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us