Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda jelajah kebangsaan menyebrang ke kalimantan tim jkw-pwi touring wartawan warta Yanni Duluan Naik Pesawat, Tim JKW-PWI Menyeberang ke Kalimantan 7 Desember
jelajah kebangsaan menyebrang ke kalimantan tim jkw-pwi touring wartawan warta

Yanni Duluan Naik Pesawat, Tim JKW-PWI Menyeberang ke Kalimantan 7 Desember

Pasundan
Pasundan
06 Des, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Batam, Djava Pos - Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia atau tim ekspedisi JKW-PWI memutuskan untuk berpencar dalam perjalanan menuju Kalimantan Barat.

Seminggu sudah tim JKW-PWI yang terdiri dari Agus Blues Asianto, Sonny Wibisono, Indrawan Ibonk, dan Yanni Krishnayanni, terpaksa bertahan di Kepulauan Riau karena cuaca buruk menghalangi mereka melanjutkan ekspedisi ke Pulau Borneo. 

Tim menginap di Pulau Batam sejak Kamis (2/12/2021) setelah sebelumnya berada di Tanjung Pinang dari awal pekan ini. 

Pada hari kedua di Batam, keempat motoris petulang diajak berkeliling kawasan oleh pihak Ban Kingland, yaitu Herman Jasa Saputra selaku Supervisor Kingland Batam dan Bahagia selaku Direktur PT Cahaya Eco Indonesia Batam.

Perjalanan yang berkesan ketika tim melintasi Jembatan Barelang (Batam, Rempang, dan Galang).

Jembatan yang digagas mendiang teknokrat besar Indonesia, BJ Habibie, itu merupakan simbol paling kondang dari Kota Batam. Tidak heran banyak masyarakat menamainya dengan 'Jembatan Habibie'.  

Sejak tuntas dibangun pada 1998, jembatan ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan di Pulau Batam.
 
Jembatan Barelang terdiri dari enam jembatan. Nama-nama tokoh masyarakat Riau disematkan untuk masing-masing jembatan, yaitu Jembatan I: Teungku Fisabilillah, Jembatan II: Nara Singa II, Jembatan III: Raja Ali Haji, Jembatan IV: Sultan Zainal Abidin, Jembatan V: Tuanku Tambusai, dan Jembatan VI: Raja Kecil.

Keenamnya menghubungkan tujuh pulau di gugusan Kepulauan Riau yaitu Pulau 
Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Setoko, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru.

“Jarak dari Bengkong (kecamatan di Batam) menuju Jembatan Barelang sekitar 60 kilometer. Jalannya cukup halus,” ujar Agus Asianto

Mobil double cabin membawa tim dan pihak Kingland ke Pulau Galang, di mana  terdapat eks kamp pengungsian warga Vietnam. 

Ratusan ribu orang Vietnam melarikan diri dari negerinya di sekitar tahun 1980 karena imbas perang saudara. Mereka melarikan diri dengan menaiki perahu dan terombang-ambing di Laut China Selatan. Para pengungsi yang dijuluki manusia perahu itu akhirnya terdampar di Pulau Galang. 

“Kami melihat suasana kamp Pulau Galang, kuburan warga Vietnam, replika perahu mereka  dan bangunan gereja tempat orang Vietnam beribadah,” jelasnya. 

Dari Pulau Galang, tim menuju Rumah Sakit Pulau Galang yang didirkan pemerintah pada 2020 lalu khusus untuk pasien COVID-19. Fasilitas kesehatan khusus ini dibangun hanya dalam waktu sebulan dengan menggunakan bangunan bekas pengungsi Vietnam. 

Seiring situasi pandemi yang mereda, RS itu kini sepi dari aktivitas. Namun, pemerintah menyiapkannya untuk menghadapi pandemi gelombang ketiga. 

Setelah dari Galang, tim kembali ke Bengkong dan diajak untuk menikmati teh pu-er, minuman hasil fermentasi asal Provinsi Yunnan di Tiongkok. Di sana para motoris diajari tata cara minum teh yang unik.  

Kemudian, tim berkunjung ke toko-toko yang menjual ban Kingland di Pulau Batam. PT United Kingland selaku produsen ban merek Kingland membSerii dukungan terhadap ekspedisi yang bakal menempuh 17.000 Km itu. 

Selama ini Kingland memberikan ban terbaiknya dalam pelaksanaan ekspedisi, yang berlangsung sejak Oktober lalu dengan titik start di Jakarta.

Semua motor tim yang menempuh belasan ribu kilometer dipasangkan ban Kingland. Jika terjadi sesuatu ada ban, pihak Kingland segera menggantinya dengan ban yang baru. 

Untuk agenda hari ini dan selanjutnya, Agus Blues mengatakan, tim JKW-PWI terpaksa berpencar agar tidak membuang-buang waktu. Dengan menggunakan pesawat terbang, sejak siang tadi, Yanni sudah berada di Pontianak mendahului tiga orang rekannya. 

Rencananya, tim akan meninggalkan Kepulauan Riau melalui Pelabuhan Tanjung Uban menuju Pelabuhan Sintete, Sambas di Kalimantan Barat, jika cuaca bagus. 

“Naik kapal membawa motor jika cuaca bagus pada 7 Desember. Mudah-mudahan cuaca bagus,” terangnya.

Sebelumnya tim mendapat kabar yang dirilis pihak ASDP bahwa gelombang laut diperkirakan 2.5 hingga 4 meter, dengan kecepatan angin 30 hingga 40 knot yang akan terjadi mulai 30 November hingga 7 Desember 2021.

Perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan, selain didukung Ban Kingland juga mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pemuda dan Olahraga, Artha Graha Peduli, serta Artha Graha Network. (PR/red) 

Via jelajah kebangsaan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us