Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda budaya literasi Jawa Bali literasi covid-19 Opini pegiat literasi stadion Wembley London Syarifudin Yunus taman bacaan masyarakat TBM lentera pustaka warta Saat Jawa Bali tergeletak, Stadion Wembley Berjingkrak?
budaya literasi Jawa Bali literasi covid-19 Opini pegiat literasi stadion Wembley London Syarifudin Yunus taman bacaan masyarakat TBM lentera pustaka warta

Saat Jawa Bali tergeletak, Stadion Wembley Berjingkrak?

Pasundan
Pasundan
08 Jul, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Djava Pos - Agak kontradiktif sih. Di Jawa Bali, hari gini masih PPKM darurat. Akibat meningkatnya angka Covid-19. Masih ada penyekatan di jalan dan disuruh putar balik. Isoman di mana-mana. Oksigen pun langka. Semua diminta lebih disiplin tegakkan protokol kesehatan. Korban pun terus berjatuhan. Hingga kemarin 7 Juli 2021, korban Covid-19 pun menembus rekor. Ada 34.379 kasus baru dan meninggal dunia 1.000 orang lebih. Begitulah nyatanya.
 
Sementara di Stadion Wembley semalam. Saat Inggris vs Denmark tanding di Piala Eropa 2021. Puluhan ribu orang berdesak-desakan menonton bola. Tanpa masker, tanpa jaga jarak. Saling berpelukan saat terjadi gol. Bersorak gembira seakan tidak ada wabah Covid-19. Apalagi besok saat terjadi final ideal, Inggris vs Italia. Begitulah nyatanya, negeri di seberang sana.
 
Sungguh kontras, apa yang terjadi di sini dan di sana.
Entah, sampai kapan kondisi begini akan terus berlangsung? Selalu berharap dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera mereda. Bila perlu wabah Covid-19 berakhir di sini, di bumi Indonesia. Agar semuanya, bisa kembali walau tidak normal-normal banget. Minimal, bisa ada lagi liga sepakbola. Mal-mal bisa buka lagi. Anak-anak bisa sekolah. Kampus bisa kuliah lagi. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat.
 
Apa bisa di Indonesia?
Harusnya sih bisa. Asal semua orang mau dan bersedia di vaksin. Iya ikut vaksinasi Covid-19. Apapun merek-nya. Segeralah mendaftar ke tempat-tempat sentra vaksin. Pemerintah harus segera sediakan vaksin yang cukup untuk rakyat-nya. Dan rakyat, siapa pun termasuk saya, harus segera vaksin. Karena hanya vaksin, sebagai ikhtiar baik yang bisa dilakukan. Tidak ada yang lain. Setelah itu, berdoa dengan tekun untuk meminta bantuan Allah SWT. Agar bumi tercinta Indonesia ini segera terbebas dari pandemi Covid-19.
 
Lalu apa itu sudah cukup?
Namanya ikhtiar, insya Allah vaksin sudah cukup. Dan selebihnya, mungkin ikhtiar untuk selalu berpikir positif. Untuk tidak terlibat pada berita dan aktivitas yang justru “membunuh” pikiran dan hati sendiri. Apalagi menyebarkan hal-hal yang menimbulkan ketakutan. Sambil mencari-cari salahnya di mana? Oksigen langka, isoman harus begini-begitu, hotline  bila terjadi begini begitu. Obat yang tadinya murah jadi mahal. Jujur, itu semua tidak mendewasakan sama sekali. Itu tidak penting dan tidak mengobati masalahnya. Untuk apa, bila akhirnya justru membuat banyak orang malah terpukul dan drop secara psikologis-nya. Imunitas-nya jadi menurun, gelisah dan stres lalu sakit. Dan akhirnya ….. innalillahi wainna ilahi rojiun. Mau berapa banyak lagi kita kehilangan saudara, sahabat maupun anggota keluarga?
 
Mungkin, sudah saatnya. Bila berkenan, setiap kita saling menguatkan. Untuk saling berbagi cerita positif, berita yang saling menyemangati. Sambil menjauhi segala prasangka buruk dan keluh -kesah. Jangan ada lagi prasangka dan keluh-kesah yang justru jadi “pandemi cacat psikologis”. Sungguh, jangan sampai dan stop semua yang hal-hal buruk. Semua orang dan bangsa ini, sangat butuh “obat psikologis” yang lebih mujarab dari apa yang tengah terjadi saat ini. Lebih dari soal medis, obat psikologis jauh lebih penting untuk semua orang hari ini.
 
Jadi, mari kita vaksin Covid-19. Dan tetaplah berpikir positif. Bahwa pandemi covid-19 ini akan segera berakhir di Indonesia. Asal kita semua disiplin, dan patuh terhadap aturan yang ditetapkan. Tidak usah aneh-aneh. patuhi saja dan vaksin. Hindari hal-hal sepele. Tidak perlu berpikir negatif, tidak perlu melontarkan keluhan, mengaduh, dan berbagi cerita menyedihkan. Hati-hati, karena mengeluh dan sejenisnya kian membuat kita tidak bersyukur atas nikmat Allah SWT.
 
Sungguh, keluh-kesah tidak akan mengobati apapun. Tidak ada hidup yang semakin tenang dan nyaman dengan keluhan, dengan pikiran jelek. Apapun masalah yang terjadi saat ini, mari kita hadapi dengan kepala dingin dan selalu tenang. Setiap ujian hidup, termasuk Covid-19 tentu bukan untuk dihindari. Tapi dihadapi dengan ikhlas dan lapang hati. Agar segera terlewati, agar kita semua lulus dari ujian ini.

Inilah agenda besar gerakan literasi di Indonesia. Untuk menjadikan banyak orang bisa menerima realitas dengan lapang dada. Lalu bertumpu pada solusi, bukan masalah. Gerakan literasi di mana pun, harus mampu menjadikan manusia lebih berkualitas dan bersahabat dengan realitas. Inilah tulisan literasi yang paling menyebalkan.

Maka, tarik nafas dalam-dalam. Dan mulailah untuk ikhtiar baik sekarang. Insya Allah, kita bisa lewati semuanya. Pandemi Covid-19 segera berakhir, amiin dan insya Allah. Salam literasi. 

Oleh: Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka
Via budaya literasi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

Pasundan- September 07, 2026 0
10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes
Sukabumi, Pasundan - Kepala Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Rina Nuraeni, S.ST., M.Kes turun langsung menyerahkan bantuan Alat P…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us