Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda budaya literasi koleksi buku pegiat literasi Syarifudin Yunus taman bacaan taman bacaan Indonesia TBM lentera pustaka warta Memprihatinkan, 61,5% Koleksi Buku Taman Bacaan di Indonesia Tidak Memadai
budaya literasi koleksi buku pegiat literasi Syarifudin Yunus taman bacaan taman bacaan Indonesia TBM lentera pustaka warta

Memprihatinkan, 61,5% Koleksi Buku Taman Bacaan di Indonesia Tidak Memadai

Pasundan
Pasundan
21 Jul, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




Bogor, Djava Pos -  Saat ditanya, apakah jumlah koleksi buku di taman bacaan Anda suda memadai?
Ternyata, 61,5% jumlah koleksi buku taman bacaan di Indonesia belum memadai, sementara 33% mungkin memadai, dan hanya 5,5% saja yang sudah memadai. Itu berarti, Sebagian besar koleksi buku yang ada di taman bacaan belum memadai, baik dari jumlah maupun jenis buku bacaan yang dibutuhkan. Begitu simpulan Survei Tata Kelola Taman Bacaan yang dilakukan TBM Lentera Pustaka (Juni 2019) yang dijawab oleh pegiat literasi yang ada di 33 lokasi di Indonesia.

Bila mau jujur, survei ini menyiratkan ada tantangan besar gerakan literasi dan kegemaran membaca di Indonesia. Selain dihadapkan jumlah pembaca dan fasilitas taman bacaan yang masih bermasalah, taman bacaan pun “ditantang” oleh persoalan jumlah koleksi buku bacaan yang tersedia. Ketersediaan buku bacaan berarti bukan soal sepele di taman bacaan. Karena sejatinya, taman bacaan bisa dikunjungi anak-anak pembaca bila koleksi bukunya memadai. Bila tidak, maka taman bacaan bisa jadi ditinggalkan.

Belum memadai-nya jumlah koleksi buku di taman bacaan. Tentu harus jadi perhatian semua pihak, khususnya para donator buku, korporasi maupun pemerintah daerah di mana pun. Eksistensi taman bacaan akan terjga bila koleksi buku yang ada memadai. Karena buku bacaan adalah variabel penting di taman bacaan, di samping menjadi pemantik daya Tarik anak-anak datang ke taman bacaan.

Dengan kata lain, survei ini pun menegaskan sangat salah bila minat baca anak-anak Indonesia rendah. Tapi soalnya adalah ketersediaan buku bacaan yang tidak merata dan akses untuk membaca buku yang memang sulit didapatkan anak-anak Indonesia. Koleksi buku yang bisa dijangkau anak-anak tergolong minim. Maka sangat wajar, bilaaktivitas giat membaca dan gerakan literasi kian terpinggirkan. Apalagi di tengah gempuran era digital. Ditambah lagi, beragam gim online, gawai, tayangan TV, internet yang kurang mendidik makin menjauhkan anak-anak dari buku bacaan. Inilah “pekerjaan rumah” terpenting gerakan literasi di Indonesia. 

“Sebagai pengelola taman bacaan, survei ini saya lakukan untuk mendapatkan potret objektif dari pendiri atau pengelola taman bacaan yang ada di Indonesia. Sekalipun belum representative. Tapi setidaknya bisa jadi pemantik siapapun yang peduli dan berkepentingan terhadap gerakan literasi dan taman bacaan. Inilah subtansi pentingnya kolaborasi yang melibatkan semua pihak di taman bacaan” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Bogor.

Seperti diketahui, Indonesia ditempatkan pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Maka seharusnya, salah satu perhatian difokuskan pada aktivitas giat membaca dan gerakan literasi yang dijalankan taman bacaan. Apapun yang dijalankan taman bacaan harusnya didukung oleh semua pihak. Bila perlu harus didengungkan secara nyata, masif, dan berkelanjutan. Tanpa dukunga banyak pihak, maka taman bacaan akan tetap jadi “jalan sunyi” yang kian terpinggirkan. 

Di era digital begini, mau tidak mau, membaca buku harus jadi perilaku anak-anak dalam keseharian. Membaca harus jadi kebiasaan, bahkan gaya hidup. “Kalau tidak baca tidak keren”, begitu istilahnya.  Dan jangan sampai, kebiasaan hidup anak-anak kita “dikendalikan” oleh gawai atau televisi. Apalagi masa depan anak-anak hanya ada di dunia maya, sungguh sangat bahaya.

Berangkat dari realitas itu, TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Lentera Pustaka yang berlokasi di Desa Sukaluyu Kaki Gunung Salak Bogor terus berkomitmen menegakkan perilaku membaca di kalangan anak-anak usia sekolah. Saat ini, TBM Lentera Pustaka memiliki 168 anak pembaca aktif yang sudah terbiasa membaca 5-10 buku per minggu, dengan koleksi lebih dari 6.000 buku. Selain taman bacana, TBM Lentera Pustaka pun menjalankan program-program lain seperti 1) Gerakan BERantas BUta aksaRA (Geberbura) dengan 9 warga belajar, 2) Kelas PRAsekolah (Kepra) dengan 17 anak, 3) YAtim BInaan (Yabi) dengan 16 anak yati, 4) JOMpo BInaan (Jombi) dengan 7 lansia, 5) Koperasi Lentera dengan 16 anggota, 6) RAjin menaBUng (RABU), 7) DONasi BUKu, dan 8) LITerasi DIGital. Saat ini pun, TBM Lentera Pustaka tengah mempersiapkan membuka PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) secara resmi. 

Maka ke depan, semua pihak harus peduli kepada taman bacaan. Agar ketersediaan buku di taman bacaan lebih memadai. Demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia. Salam literasi. (Red/rls)
Via budaya literasi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

Pasundan- September 07, 2026 0
10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes
Sukabumi, Pasundan - Kepala Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Rina Nuraeni, S.ST., M.Kes turun langsung menyerahkan bantuan Alat P…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Bantuan Program Kemitraan SPPG Gunungendut 3 Disalurkan ke PAUD KB Nurul Ihsan Desa Gunungendut

Agustus 28, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us