Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda hardiknas literasi budaya mahasiswa unindra pegiat literasi peluncuran antologi cerpen perempuan terakhir Syarifudin Yunus TBM lentera pustaka Bogor warta Peringati Hardiknas, Mahasiswa Unindra Luncurkan Antologi Cerpen “Perempuan Terakhir”
hardiknas literasi budaya mahasiswa unindra pegiat literasi peluncuran antologi cerpen perempuan terakhir Syarifudin Yunus TBM lentera pustaka Bogor warta

Peringati Hardiknas, Mahasiswa Unindra Luncurkan Antologi Cerpen “Perempuan Terakhir”

Pasundan
Pasundan
02 Mei, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Bogor, Djava Pos - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2021, Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) meluncurkan buku antologi cerpen “Perempuan Terakhir” di TBM Lentera Pustaka Bogor (1/5/2021).  Buku hasil kuliah menulis kreatif ini menegaskan peran perempuan sebagai basis spirit pendidikan. Karena perempuan adalah soko guru pendidikan paling penting, utamanya di lingkungan keluarga. 

Antologi cerpen ini ingin membantah persepsi banyak orang. Bahwa perempuan sering kali diidentikkan sebagai makhluk yang mengedepankan emosi dan lemah. Padahal, tidak sedikit perempuan di era digital ini yang mampu bersikap dan hidup sangat rasional. Maka perempuan, jadi sosok yang tidak dapat disangkal dunia pendidikan. Dengan segala kompleksitas dan universalitas-nya, perempuan hakikatnya mampu menjadi “pintu terakhir” bagi anak-anak Indonesia. Untuk meniti masa depan yang beradab dan berpengetahuan yang etis. Antologi cerpen ini pun menegaskan bahwa kemewahan perempuan bukan pada parasnya. Tapi saat mampu bersikap untuk mendidik dan menjadi solusi dari keadaan sulit sekalipun. 

Menurut Syarifudin Yunus, dosen pengampu Menulis Kreatif Unindra, buku ini menjadi cerminan sikap reflektif terhadap cara pandang banyak orang tentang perempuan. Ada 102 penulis cerpen dalam buku ini sebagai ekspresi tentang perempuan dalam konteks Pendidikan. Di samping bagian dari proses menulis kreatif yang dialami mahasiswa secara langsung, saat kuliah secara daring. Mahasiswa yang diajar untuk berproses menulis, lalu menerbitkannya secara profesional.

“Antologi ini adalah ekspresi mahasiswa terhadap perempuan. Perempuan itu tuang belajar segala hal. Kaum muda menyuarakan perempuan dalam cerita pendek. Di momen Hardiknas ini penting menempatkan perempuan sebagai soko guru. Karena itu peran penting perempuan harus diperkuat di era yang serba canggih dan serba digital. Agar tidak terpinggirkan. Karena perempuan adalah sosok terakhir yang bisa jadi pegangan” ujar Syarifudin Yunus dalam peluncuran hari ini di Bogor. 

Cerita dalam antologi ini merpakan kisah fiksi yang reflektif dan motivatif sebagai pesan moral kepada pembaca. Cerpen yang disajikan dengan cara yang berbeda. Antologi cerpen “Perempuan Terakhir” pun jadi bukti bahwa kuliah menulis kreatif adalah perbuatan, bukan pelajaran. Karena belajar sastra harus dimulai dan berakhir dari yang tertulis. 

”Selama kuliah, baru kali ini kami diajarkan bukan hanya kuliah tapi praktik menulis secara langsung hingga diterbitkan. Proses ini yang kami butuhkan selama kuliah. Terus terang kami apresiasi Pak Syaruf atas ilmu yang diberikan kepada kami sehingga bisa meluncurkan buku antologi cerpen ini” ujar Fahmy, mahasiswa PBI Unindra.

Sebagai editor, Syarifudin Yunus menegaskan, di tengah maraknya perempuan yang labil atau gagal bersikap, antologi cerpen ini pun berpesan agar kaum perempuan tidak lagi mendewakan paras atau kecantikan yang bersifat fisik. Tapi lebih bertumpu pada sikap batiniah, memancarkan aura keindahan secara psikologis yang tercermin pada sikap, perilaku dna kelembutan hati. Antologi cerpen ini diharapkan dapat menjadi "obat" untuk mengembalikan rasa, pikir dan perilaku kaum perempuan untuk mengedepankan sikap daripada fisik atau material dalam hidupnya. (Red/rls)

Via hardiknas
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

Pasundan- September 07, 2026 0
10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes
Sukabumi, Pasundan - Kepala Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Rina Nuraeni, S.ST., M.Kes turun langsung menyerahkan bantuan Alat P…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Agustus 17, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Nuansa Merah Putih, Perlombaan Agustusan Ramaikan HUT RI ke-81 di Desa Ciawi

Agustus 17, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us