Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda cagar budaya Cicurug Sukabumi desa Cisaat Cicurug ngaprak Pemdes Cisaat situs batu kujang situs megalitikum situs purbakala Tenjolaya girang Situs Batu Kujang, Situs Purbakala di Kampung Tenjolaya
cagar budaya Cicurug Sukabumi desa Cisaat Cicurug ngaprak Pemdes Cisaat situs batu kujang situs megalitikum situs purbakala Tenjolaya girang

Situs Batu Kujang, Situs Purbakala di Kampung Tenjolaya

Pasundan
Pasundan
29 Apr, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Sukabumi, Djava Pos - Situs Batu Kujang atau Masyarakat setempat ada yang menyebutnya Batu Kujang, Batu Kursi, Batu Jolang, atau Batu Mayat. Merupakan situs purbakala yang terletak di Kampung Tenjolaya Girang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, kabupaten Sukabumi.

Situs ini terletak di lereng Gunung Salak di areal yang bergelombang. Di situs ini terdapat beberapa batu diantaranya batu kujang, batu jolang, dan batu mayat. Secara keseleruhan, penamaan batu-batu tersebut berdasarkan bentuk-bentuknya yang menyerupai benda-benda dimaksud.

Area situs dibatasi aliran Sungai Cisaat di sebelah timur, sebelah utara berupa lahan pertanian, pertemuan aliran Cileueur dan areal persawahan di sebelah barat, dan pertemuan aliran Sungai Cisaat serta dan Cileueur di sebelah selatan.



Situs ini dibatasi pagar kawat. Di sekelilingnya tumbuh pohon bambu, laban, nangka, durian, damar, harendong, dan tanaman perdu seperti honje, salak, dan hanjuang.

Untuk menuju ke situs, kendaraan roda dua dan empat hanya bisa mencapai di kampung terdekat, yaitu Kampung Tenjolaya. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki. Jalan setapak dan menanjak harus dilalui untuk mencapai situs ini.

Tantangan lain adalah udara yang cukup dingin pada ketinggian situs mencapai 800-an m dari permukaan air laut. Menurut warga setempat, Ismail (50) mengatakan warga baru mengetahui kalau dilokasi tersebut terdapat situs megalitikum sekarang-sekarang ini.



“Warga disini taunya ditempat itu hanya ada batuan begitu saja, tidak tau kalau itu peninggalan zaman dulu,” kata Ismail sambil menunjukkan ke arah lokasi. Kamis, (29/4/2021).

Karena, sambung dia warga masyarakat di kampungnya kalaupun ke lokasi situs hanya sekedar lewat untik mencari kayu bakar dan berkebun. Dulu, diokasi situs tidak seperti sekarang ini.

“Dulu sepi, sekarang setelah banyak orang yang tau hampir setiap hari libur ada aja yang ke situs. Selama tidak disalahartikan tidak apa-apa, asal jangan digunakan negatif dan mengotori lokasi," ujarnya. (Adj)

Via cagar budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us