
Djava Pos - Istana Bogor merupakan salah satu dari Istana Presiden RI yang mempunyai keunikan dari aspek historis kebudayaan, dan fauna. Istana ini pada masa pendudukan Belanda bernama Buitenzorg, yang artinya "tanpa kekhawatiran". Istana Bogor dibangun pada Agustus 1744 sebagai tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Gustaaf Wilem Baron van Imhoff.
Berangsur angsur, perubahan bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles). Yang tadinya rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halaman 28,4 hektar dan bangunan 14.892 meter persegi.
Pada 1834, Bogor diguncang gempa yang berasal dari Gunung Salak dan menyebabkannya rusak berat. Kemudian, Istana Bogor dibangun kembali pada 1850 dan dijadikan kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1870. Setelah masa kemerdekaan, pada tahun 1950 Istana Bogor resmi menjadi salah satu Istana Presiden Indonesia, dan pada 1968 atas restu Mantan presiden Soeharto Istana Bogor dibuka untuk umum.
Setiap tahunnya, pengunjung istana Bogor mencapai 10.000 orang. Istana Bogor yang bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor ini juga memiliki keunikan lain yaitu rusa-rusa yang berkeliaran bebas di tamannya. Rusa ini didatangkan langsung dari Nepal dan terjaga hingga sekarang. (Red)
Berbagai sumber
Anda mungkin menyukai postingan ini
Posting Komentar