Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda akal sehat budaya literasi Literasi Hedonisme Opini pegiat literasi pustaka Syarifudin Yunus taman bacaan TBM lentera pustaka Bogor Literasi Hedonisme, Hidup Tidak Cukup Akal Sehat
akal sehat budaya literasi Literasi Hedonisme Opini pegiat literasi pustaka Syarifudin Yunus taman bacaan TBM lentera pustaka Bogor

Literasi Hedonisme, Hidup Tidak Cukup Akal Sehat

Pasundan
Pasundan
29 Mar, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Djava Pos - Bisa jadi, orang yang paling stres selama pandemi Covid-19 adalah kaum hedonis. Kaum individualis, penikmat kenikmatan sesaat. Alumni sekolah cinta dunia. Kerja untuk dunia. Untuk senang-senang dan kenikmatan diri sendiri. Hobi mencari kesenangan di mana saja. Asal bikin senang akan selalu dihampiri. Demi status sosial dianggap tinggi. Dan sejak Covid-19, terbelenggu di dalam rumah. Tidak bisa kemana-mana. Kaum hedonis, mungkin sedang pusing. 

Namanya “Hedon”. Nama panjangnya “Hedonisme Panglima Hidup”, anggota komunitas hedonisme. Tinggal di kota besar, tidak suka urusan politik. Agama cukup biasa-biasa saja. Hidup yang penting untuk kesenangan, kenikmatan, dan kepuasan. Tidak masalah bila ada orang bilang “hidup hanya untuk kepentingan dunia”. Karena egois dan individualis adalah filsafat hidupnya. 

Kaum hedonis kini merajalela. Kumpulan orang-orang yang gemar pada kesenangan sesaat. Ada di mana-mana. Apalagi di media sosial. Utamanya ada di kota besar. Dan kini, mulai merambah ke daerah-daerah. Titik kumpulnya ada di mal-mal, di kafe-kafe, dan tempat tongkrongan lainnya. Hedonis, ada di tempat senang-senang, Ada di tempat-tempat gaya hidup dan konsumtif. 

Hedon itu bisa jadi sifat, bisa jadi perilaku. Katanya, menyesuaikan kemajuan zaman. Gaya hidup yang disesuaikan status sosial. Konsumsinya, mulai dari fashion, gadget, dan lainnya dipandang sebagai “kemewahan”. Hura-hura sesaat. Namun bebas tanpa batas, tanpa etika.  Resep hidupnya pun sederhana. Semau gue saja. Alias demi enaknya sendiri. Bisa jadi moralitas dan kemanusiaaan hanya jadi pajangan, bukan kenyataan. 

Sementara kaum pegiat literasi di taman bacaan. Terus-menerus berjuang bahkan berkorban demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi masyarakat. Untuk bertahan dan tetap eksis di era digital, di era hedonisme. Tekadnya untuk memperbaiki diri untuk lingkungannya. Karena taman bacaan yakin. Membaca buku, walau hanya sesaat, akan dapat menjadikan hidup lebih baik untuk sesama. 

Kenapa bisa hedon, gemar terhadap hedonisme?
Mungkin, karena derajat manusia hanya diukur dari penampilan fisik dan materi semata. Hidup untuk mencintai dunia. Bukan akhlak, bukan etika. Bahkan urusan moral dan batin jadi barang tidak laku. Semuanya serba boleh. Kesenangan dunia adalah segalanya. Hedon, bisa jadi “cabang” gaya hidup baru yang layak dipertontonkan. 

Kaum hedon, bisa jadi tidak suka dengan tulisan ini. Dan itu tidak masalah. Kan demokrasi. Apa saja boleh. Mau hedon boleh, tidak pun boleh. Tapi secara moral, hedonis pun hanya sekadar simbol. Tudak lebih hanya status sosial. Untuk kesenangan sesaat. 

Tapi sejatinya, manusia di mana pun tetap bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Kecuali kemanfaatannya kecuali ketakwaannya. Agar tidak terbuai dan terpenjara pada hedonisme. Karena esok, ada hukum bisa di bawah pun bisa di atas. Seperti hidup, terkadang tidak cukup hanya akal sehat. Tapi harus ada hati nurani. Salam literasi.

Oleh: Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka

Via akal sehat
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us