Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda cap go meh komunitas the famous club warta Komunitas The Famous Club Rayakan Cap Go Meh
cap go meh komunitas the famous club warta

Komunitas The Famous Club Rayakan Cap Go Meh

Pasundan
Pasundan
27 Feb, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



Jakarta, Djava pos - Perayaan Cap Go Meh yang berlangsung pada hari Jumat, (26/2) atau 15 hari setelah perayaan Imlek, membawa pengharapan bagi banyak orang, khususnya warga keturunan Tionghoa. Selain harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan, muncul juga harapan agar negeri Indonesia lekas terbebas dari pandemi covid-19.


"Cap Go Meh itu sendiri mengandung harapan agar negara kita tetap aman, damai, dan sejahtera, serta lekas bangkit dari pandemi covid-19," harap Lucky Tjoa usai perayaan Cap Go Meh Komunitas The Famous Club di Mangga Dua Square Jakarta.


Cap Go Meh menurut Ketua The Famous Club ini merupakan istilah yang berasal dari dialek Tiociu atau Hokkien. Secara harfiah, Cap Go diartikan lima belas dan Meh berarti malam. Dengan demikian, Cap Go Meh memiliki arti “malam kelimabelas”.


"Sesuai dengan namanya, perayaan Cap Go Meh dirayakan setiap hari ke-15 setelah perayaan tahun baru Imlek. Jika disesuaikan dengan kalender Masehi, Imlek selalu berlangsung antara 21 Januari sampai 19 Februari, Maka 15 hari setelahnya adalah hari perayaan Cap Go Meh," jelas Lucky Tjoa yang didampingi Ketua Panitia Viana Lie Fung dan Maria Shanti.


Dijelaskannya, dahulu kala, perayaan Cap Go Meh di Cina diselenggarakan secara khusus serta tertutup. Cap Go Meh hanya dirayakan oleh keluarga istana dan kalangan tertentu saja. Warga biasa tidak bisa melakukan perayaan cap go meh karena awalnya perayaan ini dilakukan untuk menghormati Dewa Thai Yai, dewa tertinggi dalam dinasti Han (206 SM-221M).


Namun setelah pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan ini menjadi lebih terbuka bagi siapa pun. Terlebih lagi saat Dinasti Tang (618-907 M), perayaan Cap Go Meh malah menjadi pesta rakyat yang dikenal dengan nama Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan.


Saat malam Cap Go Meh, seluruh masyarakat memeriahkan dan memenuhi jalan-jalan kota. Mereka bercengkrama bersama, menikmati makanan khas imlek dengan suasana meriah dan lampion yang merona.


"Cap Go Meh identik dengan hal apapun yang warna merah dalam imlek seperti pakaian yang dikenakan hampir seluruh anggota The Famous Club malam ini," kata Lucky Tjoa. (Yoga)

Via cap go meh
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us