Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda budaya literasi gerakan literasi melestarikan angklung musik tradisional seni budaya Sunda Syarifudin Yunus taman bacaan TBM lentera pustaka Bogor Taman Bacaan di Bogor Lestarikan Musik Tradisional Angklung
budaya literasi gerakan literasi melestarikan angklung musik tradisional seni budaya Sunda Syarifudin Yunus taman bacaan TBM lentera pustaka Bogor

Taman Bacaan di Bogor Lestarikan Musik Tradisional Angklung

Pasundan
Pasundan
22 Okt, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 



Bogor, Djava pos - Indonesia adalah negara yang kaya akan musik tradisional. Hanya sayang, upaya melestarikan seni budaya tergolong jarang dilakukan. Bahkan di era digital ini, mungkin lebih banyak anak-anak usia sekolah yang lebih kenal musik-musik luar negeri daripada musik tradisional. Konsekeunsinya, harus ada cara khusus untuk “memaksa” anak-anak mengenal dan melestarikan musik tradisional. Tidak terkecuali angklung, music tradisional Sunda.

Menyadari akan pentingnya melestarikan seni budaya tradisional itulah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor mulai melatih 60 anak-anak pembaca aktif untuk berlatih angklung. Hal ini dilakukan sebagai bagian mengajarkan “literasi budaya” sebagai salah satu 6 kompetensi literasi dasar yang harus dimiliki setiap orang Indonesia. Di samping upaya pelestarian music tradisional Sunda. Bermain angklung di taman bacaan adalah salah satu praktik baik yang dikembangkan di TBM Lentera Pustaka.

Dilatih relawan TBM Lentera Pustaka, Ilham Bahrul Ulum, setiap minggu sekali anak-anak TBM Lentera Pustaka dilatih untuk mengenal musik angklung, memainkan nada-nada, hingga melantunkan lagu-lagu sederhana. Alhasil kini, anak-anak usia sekolah yang kini “mendekam” di rumah akibat wabah pandemi Covid-19 ini telah mampu memainkan angklung dalam paduan yang harmoni. Belajar musik angklung ini pun melengkapi kegiatan literasi budaya lainnya seperti membaca puisi dan literasi digital berupa komputer. (simak angklung anak TBM Lentera Pustaka: https://www.youtube.com/watch?v=FEQdBt2SOiQ)

Angklung dipilih TBM Lentera Pustaka untuk dimainkan di taman bacaan karena memiliki nilai-nilai budaya khas tanah Sunda. Sebagai alat musik tradisional, angklung merupakan alat musik yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Di tengah gempuran era digital, beberapa alasan untuk mengajarkan angklung ke anak-anak taman bacaan antara lain:
1. Selain alat musik, angklung dapat menanamkan sikap dan karakter anak akan pentingnya kerjasama dan menjaga keharmonian – kebersamaan. Karena angklung tidak akan enak didengar bila tidak dimainkan Bersama-sama.
2. Angklung mengajarkan pentingnya sikap toleransi dan tanggung jawab dalam memainkannya agar menghasilkan harmoni nada yang indah dan merdu.
3. Angklung juga melatih anak-anak untuk selalu konsentrasi dalam memainkannya, di samping disiplin sesuai dengan perintah konduktor.
4. Dan yang paling penting, angklung mampu memperkenalkan seni budaya dengan cara menyenangkan dan sambil memainkannya.

"Angklung kami pilih karena TBM Lentera Pustaka ada di tanah Sunda. Selain cerminan literasi budaya sebagai literasi dasar, angklung dapat menanamkan sikap harmoni pada anak-anak. Jadi selain membaca, mereka pun ikut melestarikan seni budaya daerahnya” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM lentera Pustaka di Bogor hari ini.

Perlu diketahui, TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor selama ini dikenal sebagai taman bacaan yang kreatif dan unik. Karena berbagai program dijalankan secara meneraik dan menyenangkan, seperti membaca bersuara, laboratoruim baca, event bulanan, membac puisi, praktik komputer, hingga menabung di celengan. Bahkan selalu ada senam literasi, doa literasi, dan salam literasi saat memulai membaca. Saat iniTBM Lentera Pustaka memiliki 3.800 koleksi buku bacaan yang jadi bahan bacaan 60 anak pembaca aktif yang rutin membaca smeinggu 3 kali. Operasional taman bacaan pun didukung oleh CSR korporasi dari AJ Tugu Mandiri, Perkumpulan DPLK, dan Bank Sinarmas. Anak-anak TBM Lentera Pustaka Sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi tidak mampu dan di bawah ancaman putus sekolah.

Maka melalui belajar angklung, anak-anak taman bacaan diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta budaya nasional. Di samping tetap membaca buku di tengah gempuran era digital yang kian menghantui anak-anak Indonesia. Ubah niat baik jadi aksi nyata, salam literasi. (*)

Press release

Via budaya literasi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us