Istana Bogor
kedatangan
pengamanan
PM Jepang
TNI-Polri
warta
Jelang Kedatangan PM Jepang, Sejumlah Titik Kota Bogor Dijaga Ketat
Bogor Kota, Djava pos - Jelang kedatangan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (20/10) aparat gabungan memperketat keamanan. Sesuai jadwal, Perdana Menteri Jepang akan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, sekitar pukul 15.45 WIB.
Sebanyak 1.000 personel gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan berjaga di seputar kawasan Istana dan Kebun Raya Bogor.
Danrem 061 Surya Kancana, Brigjen TNI Agus Subiyanto kepada awak media mengatakan, semua persiapan pengamanan sudah dibahas secara matang, mulai dari pengamanan, teknis dan dukungan dari instansi terkait.
"TNI, Polri di wilayah Bogor disiagakan sekitar 1.000 personel. Ring 1 Paspampres, kita backup di ring 2 dan ring 3," ujar Danrem.
Namun demikian, kedatangan tamu negara ke Istana Bogor kali ini tidak disambut dengan semarak, sebagai antisipasi terjadinya penyebaran Covid-19.
"Kita minimalisir dampaknya. Semoga acara berjalan dengan lancar," harap Danrem 061 SK.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Kota Bogor selalu menjadi pilihan Presiden Jokowi sebagai tempat menerima tamu negara.
"Bagi kami ini suatu kehormatan yang harus kami jaga. Bukan saja simbol negara tapi Bogor ini sebagai etalase Nasional. Karena itu, Insha Allah Pemkot Bogor memaksimalkan koordinasi dengan semua pihak," jelasnya.
Bima juga menyebutkan, Pemkot Bogor telah menyiapkan personel untuk mendukung pengamanan TNI, Polri. Petugas Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, PDAM, Dinas Kesehatan, termasuk menyiapkan rumah sakit untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan.
"InsyaAllah ikhtiar bersama dari Forkopimda Kota Bogor akan maksimal sehingga kegiatan kenegaraan bapak Presiden bisa berjalan dengan baik," kata Bima.
Selama Perdana Menteri Jepang mengunjungi Istana Bogor, lanjut Bima, tidak ada jalur yang ditutup. Penyekatan hanya bersifat situasional, yakni pada saat tamu negara melintas menuju Istana Bogor saja.
"Protokolnya sedikit, tamunya juga sedikit, pendamping Presiden juga sedikit, jadi tidak banyak. Saat tamu negara lewat pasti perlu pengamanan ekstra," pungkas Bima. (Jujun)
Via
Istana Bogor

Posting Komentar