Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Profil
  • Privacy Policy
Pasundan
  • Beranda
  • Warta
    • Internasional
    • Teknologi
    • Daerah
    • Kabar Desa
  • Olahraga
  • Seni Budaya
    • Musik
    • Sejarah
    • Wisata
    • Kuliner
  • Misteri
  • Pendidikan
  • Opini
  • Komunitas
Telusuri
Beranda atraksi cianjur jawa barat kuda kosong cianjur seni budaya Antraksi Kuda Kosong Seni Budaya Asli Cianjur
atraksi cianjur jawa barat kuda kosong cianjur seni budaya

Antraksi Kuda Kosong Seni Budaya Asli Cianjur

Pasundan
Pasundan
23 Sep, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Cianjur, Djava pos – Kuda kosong masih jadi ikon setiap kali digelar gelaran seni dan budaya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Disebut Kuda Kosong karena memang tidak ada penunggangnya. Namun, kuda tersebut seperti menahan beban berat.


Konon, kuda tersebut ada yang menungganginya tapi tidak bisa terlihat secara kasat mata. Berdasarkan data dari berbagai sumber yang terhimpun, konon tradisi budaya Kuda Kosong sudah ada sejak zaman dulu. Kuda Kosong selalu digelar pada setiap upacara kenegaraan Cianjur.

Salah satu warga Cianjur, Yayan mengatakan atraksi kuda kosong biasanya selalu ditampilkan dalam setiap acara kenegaraan. Seperi; ulang tahun Kabupaten Cianjur, dan hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia.

“Empat tahun yang lalu tepatnya 17 Agustus 2016, saya melihat langsung atraksi seni kuda kosong diacara HUT RI pas waktu ada pawai karnaval,” kata Yayan. Sabtu, (22/8/2020).
 
Kalau untuk tahun ini. Lanjutnya, mungkin karena pandemi covid-19 jadi belum melihat lagi. “Tahun ini belum ada lagi, mungkin karena covid-19. Biasanya atraksi kuda kosong paling ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Cianjur,” ujarnya.

Ada beberapa keterangan soal mengapa kuda yang tampak kosong tapi tampak berat itu. Namun semua keterangan itu mengarah kapada kepercayaan masyarakat, bahwa kuda tersebut sebenarnya ditunggangi “seseorang” yakni sesepuh Cianjur yang sudah tiada, Eyang Suryakencana.

Sebagian masyarakat percaya, Eyang Suryakencana, turut hadir dalam arak-arakan tersebut, namun tidak bisa dilihat oleh sembarang orang.
 
Sementara keterangan lain menyebutkan, kuda kosong diadakan, untuk mengenang perjuangan Bupati Cianjur RA Wiratanu, seorang Dalem Pamoyanan R.A.A. Wiratanudatar II. Dalem ini, dalam sejarah Cianjur dikenal sakti mandraguna serta pemberani.

Ketika Bupati lainnya tidak berani melawan Mataram yang meminta Cianjur menyerahkan upeti seperti beras, lada, dalem Pamoyanan berani melakukannya. Keberaniannya tersebut ternyata mendapat apresiasi dari Kanjeng Sunan Mataram dengan diberikannya hadiah seekor kuda jantan, untuk pulang dari Mataram ke Cianjur.
 
Semangat Dalem Pamoyanan itu juga menginspirasi kepada rakyat Cianjur untuk melakukan perang gerilya terhadap Belanda di kemudian hari, hingga Belanda mundur ke Batavia.

Betulkah kuda kosong itu “ditunggangi” leluhur Cianjur? Walohualam bissawab.
Yang jelas, ketika kuda kosong beraksi, masyarakat yang kebetulan menyaksikannya, seakan tersihir. Terpaku, dengan mata tak mau lepas dari sang kuda dan pengawalnya. (Adj)
Via atraksi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Tentang Kami

Foto saya
Pasundan
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Tetap Terhubung

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Fanpage Kami

Artikel Unggulan

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Pasundan- September 10, 2026 0
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September
Jakarta, Pasundan – Vertu dan Yello Hotel Harmoni Jakarta menghadirkan Wedding Open House bertajuk “A Love Story in Harmony” pada Minggu, 13 September 2026. Ac…

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026

Komentar

Follow Us On Instagram @pakuanpos

Posting Editor

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Gunungan Diciptakan Oleh Sunan Kalijaga pada Tahun 1443 Saka

Desember 11, 2020
Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

Ruwatan atau Ngaruat dalam Bahasa Sunda, Kebiasaan yang Bermakna sangat Dalam

April 11, 2021
Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Biografi KH Sholeh Iskandar, Ulama dan Pejuang Bogor

Desember 15, 2020

Populer

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

10 Lembaga PAUD di Desa Makasari Terima Bantuan APE Luar dari Pemdes

September 07, 2026
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

September 05, 2026
Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

Vertu & Yello Harmoni Jakarta Gelar Wedding Open House 13 September

September 10, 2026
00:00:00
Memuat tanggal...
Pasundan

Tentang Kami

Mengabarkan kebenaran dengan hati, menyorot fakta dengan nalar. Independen, jujur, dan setia pada pembaca.

Contact us: pasundanbogorkota@gmail.com

Follow Kami

© Pasundan by Xevdesign
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us